By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Home
    • Home 2
    • Home 3Hot
    • Home 4
    • Home 5New
  • Economy
    Economy
    Show More
    Top News
    Latest News
  • World
    WorldShow More
  • Us Today
    Us TodayShow More
  • Pages
    • 404 Page
    • Search Page
  • Join Us
Reading: Nomophobia Tanpa Sadar
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Us Today
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
  • Politics
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Us Today
    • World
    • Economy
    • Industry
    • Business
    • Politics
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
INTISARIMAJALAH.COM > Blog > IT > Nomophobia Tanpa Sadar
ITKawula Muda

Nomophobia Tanpa Sadar

Redaksi
Last updated: 01/05/2026 06:28
By Redaksi
4 Min Read
Share
SHARE

Jika Anda memperhatikan sekitar, ada yang menarik saat ini. Banyak orang di stasiun commuter line, busway, kereta api, terminal antara propinsi, ataupun bandara, asyik dengan gadgetnya masing-masing. Bermain dengan smartphone dan tablet, seakan-akan lebih mengasyikkan daripada berdiskusi dengan orang lain.

Jejaring Sosial Pemicu Nomophobia

Contents
Jika Anda memperhatikan sekitar, ada yang menarik saat ini. Banyak orang di stasiun commuter line, busway, kereta api, terminal antara propinsi, ataupun bandara, asyik dengan gadgetnya masing-masing. Bermain dengan smartphone dan tablet, seakan-akan lebih mengasyikkan daripada berdiskusi dengan orang lain.Tanda-tanda atau Gejala Nomophobia

Bahkan, bisa kita lihat satu keluarga sedang makan bersama tapi masing-masing asyik memandang gadgetnya. Bukan ngobrol dengan keluarga sendiri.

Seakan, gadget sudah menjadi semacam ‘fetish’ yang menarik seluruh kesadaran mereka.

Nomophobia (no mobile phone phobia) adalah istilah baru, yang berarti ketakutan akan dipisahkannya pengguna dengan gadget kesayangannya.

Istilah ini diperkenalkan oleh peneliti dari Inggris. Memang sampai sekarang belum ada data yang pasti untuk di Indonesia.

Komunikasi antar manusia secara tatap muka jadi makin jarang. Generasi muda kini lebih suka berkomunikasi via gadget (email, chatting, Twitter, Facebook), daripada tatap muka langsung.

Orang jadi jarang mengamati lingkungan sekitar, karena lebih tenggelam dengan gadget-nya.

Akibatnya, rasa peduli pada sekitar berkurang, justru lebih mempedulikan isu-isu di socmed dari gadgetnya.

Manusia dapat saja teralineasi oleh mesin. Pada saat itu, manusia akan menjadi apatis dan anti sosial. Gadget, sebagai ‘fetish’ baru, telah menjadi semacam ‘dewa’ baru yang dipuja-puji.

Apa yang harus kita lakukan untuk terhidar dari nomophobia? Salah satu yang dapat dilakukan adalah disiplin dengan gadget.

Kita seyogyanya membiasakan waktu tertentu dimana pertemuan keluarga ‘disterilkan’ sama sekali dari gadget, supaya ada diskusi yang hangat dan bermakna.

Gadget adalah ciptaan manusia, sehingga jangan sampai kita diperbudak olehnya. Kemudian, salah satu aktivitas yang dapat mengurangi nomophobia adalah mengintensifkan kegiatan outdoor, seperti rekreasi alam, dan olahraga secara teratur.

Satu hal yang tak kalah penting, sebagai orang yang beragama, maka mengintensifkan ibadah dan terlibat secara intens pada pertemuan jemaat atau umat dapat mengurangi tendensi anti sosial yang timbul dari nomophobia.

Tanda-tanda atau Gejala Nomophobia

* Terobsesi dengan ponsel Anda, selalu mengeceknya tiap ada kesempatan, khawatir bila ada panggilan masuk atau pesan yang terlewatkan.

* Merasa gelisah bila baterai mulai habis, tak pernah lupa membawa powerbank, selalu menjaga dan memastikan baterai ponsel dalam keadaan penuh.

* Membawa dan menggunakan ponsel ke mana saja, termasuk ke kamar mandi, kamar tidur, di atas motor, di dalam mobil.

* Memiliki lebih dari satu ponsel, sebagai cadangan bila salah satunya hilang atau tak berfungsi. Sebenarnya tak masalah memiliki banyak ponsel, namun bila itu adalah alasan untuk menghilangkan kegelisahan dan ketakutan akan kehilangan ponsel, bisa jadi Anda memang seorang nomophobic.

* Panik ketika tak bisa menemukan ponsel, lupa di mana menaruhnya.

* Timbul kecemasan berlebihan bila ponsel tidak berfungsi atau kehilangan sinyal, atau pulsa mulai menipis.

* Lebih peduli terhadap isu-isu yang berkembang di media sosial daripada yang terjadi di sekitarnya.

* Jarang bersosialisasi secara langsung karena lebih nyaman bersosialisasi lewat media sosial yang bisa diakses setiap saat dengan ponsel.

Langkah awal untuk bisa bebas dari sindrom nomophobia dan kecanduan akan jejaring sosial harus dimulai dari kesadaran sang individu sendiri.

Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan mematikan notifikasi jejaring sosial di telepon genggamnya.

Dengan demikian, godaan untuk mengecek layar handphone setiap saat pun menjadi berkurang.

Di era digital seperti sekarang memang sulit membayangkan untuk hidup tanpa telepon genggam. Tapi sulit bukan berarti tidak mungkin.

Toh, berpuluh-puluh tahun yang lalu manusia masih bisa berkomunikasi tanpa gadget canggih dan Twitter. Bahkan mungkin kehidupan sosial mereka lebih sehat karena tidak terhalang oleh layar handphone setiap saat.

#Jojomediacoach

You Might Also Like

Tania ArtaWidjaya, Pilot Perempuan yang Menerbangkan Presiden ke Paris
Ini Rahasia Dibalik Kode Angka Dalam NIK e-KTP, Tahukah Anda?
Kapolri Diperintah Langsung Prabowo Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus
Buah Untuk Keperkasaan Pria, Katanya
Manfaat Internal Link untuk SEO Sebuah Website
TAGGED:#JojomediacoachNomophobia Tanpa Sadar
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Dirut ANTARA Bekali Imigrasi Strategi Komunikasi di Era Disrupsi
Next Article Kepala BAKOM RI Qodari: Amien Rais Terjebak Hoaks, Alarm Bahaya di Era AI
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Bullying
ETIKET: Adab Berkata-kata Ada Atasan, Ada Bawahan
Budaya
Dari Brankas Dua Meter Cafe de’Clan: Jejak ASABRI, Batu Bara, Krakatau Steel, hingga Bayang-Bayang Konflik Aparat
Hukum
HP Hilang atau Dicuri? Jangan Panik, Begini Cara Mengamankan WhatsApp Agar Tidak Disalahgunakan
Ekonomi
Yusril Ihza Mahendra: Ketika Politik Bertemu Filsafat
Tokoh
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?