By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Home
    • Home 2
    • Home 3Hot
    • Home 4
    • Home 5New
  • Economy
    Economy
    Show More
    Top News
    Latest News
  • World
    WorldShow More
  • Us Today
    Us TodayShow More
  • Pages
    • 404 Page
    • Search Page
  • Join Us
Reading: AI Butuh Lebih dari Algoritma: Panduit Dorong Infrastruktur Skalabel dari “Lapisan Tak Terlihat”
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Us Today
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
  • Politics
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Us Today
    • World
    • Economy
    • Industry
    • Business
    • Politics
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
INTISARIMAJALAH.COM > Blog > IT > AI Butuh Lebih dari Algoritma: Panduit Dorong Infrastruktur Skalabel dari “Lapisan Tak Terlihat”
IT

AI Butuh Lebih dari Algoritma: Panduit Dorong Infrastruktur Skalabel dari “Lapisan Tak Terlihat”

Redaksi
Last updated: 28/04/2026 13:12
By Redaksi
4 Min Read
Share
infrastruktur AI di Indonesia
Foto : Di balik pesatnya perkembangan AI, ada fondasi yang tak terlihat: infrastruktur. Panduit menunjukkan bagaimana sistem kelistrikan, grounding, hingga proteksi kabel menjadi kunci ketahanan data center modern dalam Panduit Technology Day Indonesia. (doc.idris)
SHARE

intisarimajalah.com/ – Di tengah euforia kecerdasan buatan yang menjanjikan efisiensi tanpa batas, satu hal sering luput dari sorotan: fondasi fisik yang menopangnya. Tanpa infrastruktur yang tepat, AI hanyalah ambisi yang mudah runtuh.

Contents
Dari Grey Space ke GPU: Tiga Pilar yang Tak Bisa DipisahkanMasalahnya Bukan Teknologi, Tapi KesiapanIndonesia: Siap, Tapi Belum TuntasUKM dan Masa Depan Infrastruktur AIEra Baru, Aturan Baru

Panduit menjawab celah itu melalui Panduit Technology Day Indonesia, sebuah forum strategis yang mempertemukan konsultan, mitra, dan praktisi TI untuk membedah satu isu krusial: bagaimana membangun infrastruktur yang benar-benar siap menghadapi era AI.

Acara ini menyoroti satu realitas yang makin sulit diabaikan—transformasi digital tidak lagi cukup ditopang oleh software dan cloud saja.

Lonjakan adopsi AI global dengan pertumbuhan hingga 40% per tahun mendorong perubahan mendasar pada desain data center, mulai dari kebutuhan daya, pendinginan, hingga konektivitas skala besar.

“AI mengubah cara organisasi beroperasi. Tapi tanpa infrastruktur yang tepat, efisiensi itu tidak akan tercapai secara optimal,” ujar Simin Sirun, Direktur Bisnis Panduit untuk ASEAN, India, dan Korea.

Dari Grey Space ke GPU: Tiga Pilar yang Tak Bisa Dipisahkan

Panduit memetakan transformasi ini ke dalam tiga domain utama:
infrastruktur kelistrikan, jaringan enterprise, dan jaringan data center.

Di lapisan paling dasar—yang sering disebut grey space—infrastruktur kelistrikan menjadi tulang punggung. Di sinilah stabilitas daya, sistem grounding, hingga manajemen kabel menentukan apakah sebuah data center bisa bertahan menghadapi beban GPU yang kini bisa menembus 100 kW per rak.

Naik ke lapisan berikutnya, jaringan enterprise dituntut melampaui batas lama. Bukan lagi sekadar koneksi stabil, tetapi konektivitas extended reach, latensi rendah, dan efisiensi distribusi daya yang mampu menopang operasional real-time.

Sementara itu, di level data center, perubahan terasa paling drastis. Densitas fiber meningkat, arsitektur harus lebih modular, dan seluruh sistem harus siap mendukung workload berbasis AI yang haus bandwidth sekaligus sensitif terhadap latensi.

Masalahnya Bukan Teknologi, Tapi Kesiapan

Menurut Kevin Choong, Senior Manager Panduit untuk kawasan Asia Tenggara, tantangan utama bukan pada kurangnya teknologi—melainkan kompleksitas implementasi.

Kemitraan dan ekosistem menjadi kunci untuk menyederhanakan proses tersebut. Dengan integrasi solusi yang sesuai standar global, organisasi dapat menekan risiko sekaligus memastikan performa yang konsisten.

Acara seperti Panduit Technology Day, lanjutnya, berperan sebagai jembatan antara visi dan eksekusi. Bukan hanya memamerkan teknologi, tetapi juga menghadirkan studi kasus nyata dan langkah implementasi konkret.

Indonesia: Siap, Tapi Belum Tuntas

Di level nasional, Indonesia menunjukkan progres signifikan menuju kesiapan AI. Investasi digital meningkat, adopsi enterprise mulai meluas, dan dukungan kebijakan terus berkembang.

Namun, ada catatan penting: kesiapan infrastruktur belum sepenuhnya sejalan dengan laju adopsi teknologi.

Jika tidak diantisipasi, kesenjangan ini berpotensi memunculkan risiko serius—dari inefisiensi operasional hingga turunnya daya saing digital.

UKM dan Masa Depan Infrastruktur AI

Menariknya, transformasi ini tidak hanya milik korporasi besar. UKM juga punya ruang untuk ikut bermain—asal strateginya tepat.

Pendekatan modular, integrasi cloud, dan pemanfaatan solusi yang scalable menjadi kunci agar investasi tetap efisien tanpa mengorbankan performa.

Era Baru, Aturan Baru

AI bukan sekadar evolusi teknologi. Ia mengubah cara infrastruktur dirancang, dibangun, dan dioperasikan.

Dan pesan utama dari Panduit cukup jelas—masa depan digital tidak ditentukan oleh siapa yang punya AI paling canggih, tapi oleh siapa yang punya fondasi paling siap.

Karena di balik setiap algoritma pintar, selalu ada kabel, daya, dan sistem fisik yang bekerja diam-diam.

Kalau fondasinya goyah, AI secanggih apa pun cuma jadi demo—bukan solusi.

You Might Also Like

Jejak Digital S.S Budi Raharjo Tentang Profesionalisme Pentingnya Kesadaran Online
Apa Itu Cloud Exchange dan Mengapa Penting untuk Infrastruktur IT Modern
Manfaat Internal Link untuk SEO Sebuah Website
 Memahami dan Menghadapi Cyberbullying serta Cyberstalking di Era Digital, Oleh: Ardi Sutedja K
Nomophobia Tanpa Sadar
TAGGED:data center Indonesiainfrastruktur AI Indonesiainfrastruktur digitaljaringan enterprisePanduit Dorong InfrastrukturPanduit IndonesiaPanduit Technology Day
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Acara Pisah Sambut Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI) dari Angga Raka Prabowo ke M Qodari
Next Article Foto : Ilustrasi kronologi kecelakaan kereta Bekasi Timur: tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang diduga dipicu taksi di perlintasan rel. (Chatgpt) Satu Taksi, Dua Kereta, dan Satu Pertanyaan Besar: Kenapa Bisa Jadi Tragedi?

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Bullying
ETIKET: Adab Berkata-kata Ada Atasan, Ada Bawahan
Budaya
Dari Brankas Dua Meter Cafe de’Clan: Jejak ASABRI, Batu Bara, Krakatau Steel, hingga Bayang-Bayang Konflik Aparat
Hukum
HP Hilang atau Dicuri? Jangan Panik, Begini Cara Mengamankan WhatsApp Agar Tidak Disalahgunakan
Ekonomi
Yusril Ihza Mahendra: Ketika Politik Bertemu Filsafat
Tokoh
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?