By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Home
    • Home 2
    • Home 3Hot
    • Home 4
    • Home 5New
  • Economy
    Economy
    Show More
    Top News
    Latest News
  • World
    WorldShow More
  • Us Today
    Us TodayShow More
  • Pages
    • 404 Page
    • Search Page
  • Join Us
Reading: May Bank Klarifikasi Hanya Saksi Penyelidikan Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Mentah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Us Today
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
  • Politics
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Us Today
    • World
    • Economy
    • Industry
    • Business
    • Politics
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
INTISARIMAJALAH.COM > Blog > Berita > May Bank Klarifikasi Hanya Saksi Penyelidikan Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Mentah
Berita

May Bank Klarifikasi Hanya Saksi Penyelidikan Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Mentah

Redaksi
Last updated: 23/06/2026 23:24
By Redaksi
5 Min Read
Share
SHARE

intisarimajalah.com/ –– Pemeriksaan bankir, dugaan manipulasi ekspor, dan bayang-bayang konglomerasi

Langkah kaki para bankir itu terdengar pelan di lorong Gedung Bundar. Pekan lalu, sejumlah pegawai dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk datang membawa dokumen. Mereka bukan tersangka.

Contents
intisarimajalah.com/ –– Pemeriksaan bankir, dugaan manipulasi ekspor, dan bayang-bayang konglomerasiJejak di Balik AngkaSinyal dari KejaksaanMaybank: Kami Hanya SaksiEkspor, Devisa, dan Celah LamaUjian Besar Penegakan Hukum

Kehadiran mereka menandai satu hal: penyelidikan dugaan manipulasi ekspor minyak sawit mentah mulai merambat ke jantung sistem keuangan.

Di balik pemeriksaan itu, Kejaksaan Agung tengah menyusun potongan puzzle besar. Sasarannya bukan perkara kecil.

Setidaknya sepuluh korporasi raksasa sawit diduga terlibat dalam praktik under-invoicing—mencatat nilai ekspor lebih rendah dari harga sebenarnya. Selisihnya diduga menguap, menghindari pajak, sekaligus menggerus devisa negara.

Kasus ini pertama kali mencuat lewat laporan Bloomberg yang mengutip sumber anonim.

Media Malaysia seperti The Star dan Free Malaysia Today ikut menggaungkannya. Mereka menyebut, otoritas Indonesia tengah memeriksa bankir yang terkait dengan transaksi salah satu entitas di bawah Grup Salim.

Nama yang muncul: PT Salim Ivomas Pratama Tbk, salah satu produsen sawit terbesar di Indonesia.

Jejak di Balik Angka

Penyelidikan kini berfokus pada satu pertanyaan mendasar: apakah nilai ekspor yang tercatat benar-benar mencerminkan transaksi riil?

Di sinilah peran perbankan menjadi krusial. Penyidik menelusuri fasilitas kredit, aliran dana, hingga struktur pembiayaan yang digunakan perusahaan.

Informasi ini penting untuk membandingkan nilai ekspor dalam dokumen dengan arus uang yang sesungguhnya.

Sumber di lingkungan penegak hukum menyebut, fasilitas yang diberikan bank sebagian besar berupa kredit bergulir untuk modal kerja.

Secara formal, fasilitas ini tidak dirancang untuk pembiayaan ekspor. Namun penyidik ingin memastikan: apakah ada hubungan antara kredit tersebut dengan transaksi ekspor yang kini dipersoalkan.

Eksposur Maybank terhadap Salim Ivomas sendiri relatif kecil—sekitar Rp150 miliar. Namun hubungan bank ini dengan Grup Salim telah berlangsung lama, menjadikannya salah satu mitra finansial penting dalam jaringan bisnis konglomerasi tersebut.

Apakah bank lain juga diperiksa? Belum jelas. Yang pasti, penyidik membuka kemungkinan perluasan pemeriksaan.

Sinyal dari Kejaksaan

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, memilih berhati-hati. Ia mengakui adanya penyelidikan, namun menolak membuka detail.

“Ada pendalaman dalam pemeriksaan terkait itu. Ada beberapa perusahaan, sedang didalami,” ujarnya singkat.

Jawaban normatif itu justru menguatkan satu kesan: kasus ini masih berada di tahap awal, namun potensinya besar.

Maybank: Kami Hanya Saksi

Di tengah sorotan, Maybank bergerak cepat merespons. Dalam pernyataan resminya, bank ini menegaskan bahwa mereka tidak menjadi subjek investigasi.

“Personel Maybank Indonesia diminta memberikan informasi sebagai saksi untuk membantu pihak berwenang,” demikian pernyataan perusahaan.

Posisi ini penting. Dalam banyak kasus kejahatan korporasi, perbankan sering berada di wilayah abu-abu—antara penyedia jasa keuangan dan potensi jalur transaksi.

Namun hingga kini, tidak ada indikasi bahwa Maybank terlibat dalam pelanggaran.

Ekspor, Devisa, dan Celah Lama

Kasus ini menyentuh isu lama yang belum sepenuhnya terselesaikan: kebocoran devisa dari sektor sumber daya alam.

Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir berupaya memperketat aturan. Eksportir diwajibkan melaporkan transaksi secara transparan dan menempatkan devisa hasil ekspor di dalam negeri. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperkuat cadangan devisa.

Namun praktik seperti under-invoicing menjadi celah yang sulit ditutup. Selisih harga bisa dialihkan ke luar negeri melalui berbagai skema, mulai dari perusahaan afiliasi hingga rekayasa perdagangan internasional.

Jika dugaan dalam kasus ini terbukti, dampaknya tidak hanya pada kerugian pajak. Lebih jauh, ia menyentuh kredibilitas sistem perdagangan Indonesia.

Ujian Besar Penegakan Hukum

Bagi Kejaksaan Agung, penyelidikan ini bukan sekadar perkara korporasi. Ini adalah ujian kemampuan negara menembus kompleksitas transaksi global yang melibatkan perusahaan besar, jaringan internasional, dan sistem keuangan lintas negara.

Dokumen demi dokumen kini diperiksa. Aliran dana ditelusuri. Saksi dipanggil.

Namun pertanyaan kunci masih menggantung: apakah ini akan berujung pada penetapan tersangka, atau kembali berhenti di tengah jalan seperti sejumlah kasus besar sebelumnya?

Untuk saat ini, penyelidikan terus berjalan dalam senyap. Tapi arah angin mulai terasa: negara sedang mencoba menutup lubang lama—kebocoran devisa dari komoditas yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi.

 

 

You Might Also Like

Ketua DPD RI Sultan Najamudin Secara Resmi Melepas Tim Pelajar U-17 Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia
Armada Baru TNI AL, KRI Prabu Siliwangi-321 Sandar di Tanjung Priok
1.061 KDKMP Beroperasi, Prabowo: Ada Sembako, Elpiji, Pupuk, Obat hingga Kredit Murah
Kerjasama Internasional Kepolisian Antara Indonesia Dengan Malaysia (Nodal Governance) Dalam Penanggulangan Kejahatan Terorganisir Transnasional
Stok BBM Pertamina Tak Habis dalam 21 Hari, Cadangan Terus Dijaga
TAGGED:PTIvomas Pratama
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Circle of Life: Kehidupan Berputar antara Bahagia dan Sulit
Next Article Orang Bijak Tidak Tergesa, Tapi Tidak Berhenti Melangkah, oleh: Jojo Media Coach

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Bullying
ETIKET: Adab Berkata-kata Ada Atasan, Ada Bawahan
Budaya
Dari Brankas Dua Meter Cafe de’Clan: Jejak ASABRI, Batu Bara, Krakatau Steel, hingga Bayang-Bayang Konflik Aparat
Hukum
HP Hilang atau Dicuri? Jangan Panik, Begini Cara Mengamankan WhatsApp Agar Tidak Disalahgunakan
Ekonomi
Yusril Ihza Mahendra: Ketika Politik Bertemu Filsafat
Tokoh
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?