By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Home
    • Home 2
    • Home 3Hot
    • Home 4
    • Home 5New
  • Economy
    Economy
    Show More
    Top News
    HUT 16 PROPAMI
    PROPAMI Memasuki Usia 16 Tahun, Profesionalisme Jadi Kunci Menghadapi Pasar Modal Digital
    10/08/2026
    PROPAMI
    Haryajid Ramelan Dorong Profesional Pasar Modal Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Kinerja
    10/08/2026
    Latest News
    PROPAMI Memasuki Usia 16 Tahun, Profesionalisme Jadi Kunci Menghadapi Pasar Modal Digital
    10/08/2026
    Haryajid Ramelan Dorong Profesional Pasar Modal Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Kinerja
    10/08/2026
  • World
    WorldShow More
  • Us Today
    Us TodayShow More
  • Pages
    • 404 Page
    • Search Page
  • Join Us
Reading: Apa Siapa Budi Jojo alias SS Budi Raharjo
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Us Today
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
  • Politics
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Us Today
    • World
    • Economy
    • Industry
    • Business
    • Politics
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
INTISARIMAJALAH.COM > Blog > Press Release > Apa Siapa Budi Jojo alias SS Budi Raharjo
Press Release

Apa Siapa Budi Jojo alias SS Budi Raharjo

Redaksi
Last updated: 10/08/2026 07:51
By Redaksi
11 Min Read
Share
SHARE

INTISARI majalah –– APA DAN SIAPA BUDI JOJO?
Dari Jurnalisme Investigasi, Memimpin Media, hingga Strategi Komunikasi Pemerintah

Nama Budi Jojo mungkin terdengar sederhana. Namun, di balik nama itu terdapat perjalanan panjang Stephanus Slamet Budi Rahardjo—jurnalis senior yang lebih dari tiga dekade berkecimpung di dunia pers, media digital, penulisan biografi, advokasi sosial, keamanan siber, hingga komunikasi strategis pemerintah.

Contents
INTISARI majalah –– APA DAN SIAPA BUDI JOJO? Dari Jurnalisme Investigasi, Memimpin Media, hingga Strategi Komunikasi PemerintahTumbuh dari Ruang RedaksiBudi MatraKetika Majalah Masuk TelevisiMemasuki Era Media DigitalJejak Panjang Melawan Narkoba“Menulis Itu Gampang”Menulis Kehidupan Orang LainDari Mengawasi Pemerintah ke Komunikasi PemerintahJurnalisme dan KekuasaanSiapa Sebenarnya Budi Jojo?

Di lingkungan media, ia memiliki beberapa nama yang melekat pada perjalanan kariernya. Ada yang mengenalnya sebagai S.S. Budi Raharjo, ada yang memanggil Budi Jojo. Di kalangan tertentu, ia juga dikenal sebagai Budi Matra atau Jojo Eksekutif—dua sebutan yang lahir dari kedekatan perjalanan profesionalnya dengan Majalah MATRA dan Majalah EKSEKUTIF.

Namun, siapa sebenarnya Budi Jojo?

Jawabannya tidak cukup dijelaskan hanya dengan satu jabatan.

Ia adalah wartawan yang tumbuh ketika majalah masih menjadi salah satu kekuatan utama pembentuk opini publik. Ia mengalami sendiri perubahan teknologi ketika berita berpindah dari halaman cetak menuju layar komputer dan telepon genggam. Ia juga berada pada fase ketika media tidak lagi sekadar berhadapan dengan persoalan kecepatan, tetapi juga hoaks, disinformasi, algoritma, keamanan siber, dan pertarungan merebut kepercayaan publik.

Kini, pengalaman panjang tersebut membawanya memasuki wilayah lain: strategi komunikasi pemerintah.

Tumbuh dari Ruang Redaksi

Perjalanan jurnalistik Stephanus Slamet Budi Rahardjo tidak dimulai langsung dari kursi pemimpin redaksi.

Ia pernah menjalani proses sebagai pemagang di Majalah Swa Sembada, kemudian tumbuh dalam lingkungan manajemen Majalah Tempo. Periode tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan cara pandangnya terhadap jurnalistik.

Ia berinteraksi dan belajar dari sejumlah nama senior di lingkungan pers dan kebudayaan, antara lain N. Riantiarno, Kemala Atmojo, Arif Bargot Siregar, Usamah Hisyam, Firmiani Darsjaf, Dedet R. Moerad, Wibowo Soemadji, hingga Bens Leo.

Bagi Budi, jurnalistik bukan hanya persoalan menulis berita.

Wartawan harus mampu bertanya, memeriksa, meragukan informasi yang belum terverifikasi, mencari dokumen, menemui sumber yang tepat, kemudian menyusun fakta menjadi cerita yang dapat dipahami pembaca.

Kemampuan tersebut kemudian dipertajam melalui pendidikan dan pelatihan investigative reporting, antara lain melalui program yang berkaitan dengan Ford Foundation, LP3Y, dan Institut Studi Arus Informasi (ISAI).

Dari sinilah salah satu karakter jurnalistik Budi Jojo terbentuk: mencari cerita di balik cerita.

Budi Matra

Nama Budi Jojo kemudian lama bersinggungan dengan Majalah MATRA, media yang dikenal melalui tulisan profil, wawancara, gaya hidup, dan liputan mendalam mengenai tokoh maupun berbagai fenomena masyarakat.

Di lingkungan itulah muncul panggilan “Budi Matra”.

Ia kemudian berada dalam posisi kepemimpinan sebagai Pemimpin Redaksi Majalah MATRA dan Matranews.id.

Pengalamannya tidak berhenti pada MATRA. Ia juga dipercaya memimpin pengembangan Majalah EKSEKUTIF dan Eksekutif.com, media yang mempunyai sejarah panjang dalam pemberitaan bisnis, manajemen, korporasi, dan figur-figur eksekutif Indonesia.

Di sini pula muncul panggilan lain: “Jojo Eksekutif”.

Budi juga terlibat dalam pengembangan sejumlah media digital, termasuk HarianKami.com, BeritaSenator.com, dan Tiras.id.

Perjalanannya menunjukkan satu hal: ia bukan hanya mengalami transformasi media dari cetak menuju digital, tetapi ikut berada di dalam proses tersebut.

Ketika Majalah Masuk Televisi

Jauh sebelum istilah multiplatform journalism menjadi percakapan sehari-hari industri media, Budi Jojo juga mencoba membawa karakter majalah ke medium televisi.

Ia mengembangkan konsep TV Magazine melalui Q Channel dan TV Swara.

Program tersebut mengemas berita dan feature dalam format audiovisual yang kemudian didistribusikan melalui jaringan televisi lokal dan satelit.

Dalam proyek tersebut Budi tidak hanya bekerja di belakang meja. Ia menjalankan beberapa fungsi sekaligus: pemimpin redaksi, direktur program, hingga presenter.

Pengalaman itu memperluas pemahamannya mengenai satu prinsip yang kemudian menjadi semakin relevan di zaman digital: cerita yang baik harus mampu berpindah medium tanpa kehilangan substansinya.

Memasuki Era Media Digital

Ketika industri pers Indonesia memasuki gelombang digitalisasi, tantangannya berubah.

Pers tidak lagi hanya bersaing dengan sesama perusahaan media.

Media harus bersaing dengan media sosial, influencer, mesin pencari, algoritma, bahkan setiap pemilik telepon pintar yang dapat memproduksi dan menyebarkan informasi dalam hitungan detik.

Budi Jojo kemudian aktif dalam pengorganisasian media digital. Ia pernah memimpin Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) dan terlibat dalam Forum Pimpinan Media Digital Indonesia.

Perhatiannya semakin luas pada persoalan disinformasi dan keamanan ruang digital.

Ia mengembangkan gagasan Densus Digital dan terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan Indonesia Cyber Security Forum.

Baginya, persoalan media digital bukan semata-mata teknologi.

Ada persoalan yang jauh lebih mendasar: kepercayaan.

Ketika masyarakat tidak lagi mampu membedakan informasi, opini, propaganda, iklan terselubung, manipulasi, dan fakta jurnalistik, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya masa depan perusahaan pers, tetapi juga kualitas ruang publik.

Jejak Panjang Melawan Narkoba

Ada sisi lain perjalanan Budi Jojo yang tidak selalu terlihat dari aktivitas medianya: advokasi pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Keterlibatannya dalam isu tersebut telah berlangsung sejak masa Bakolak Inpres No. 6 Tahun 1971, kemudian berlanjut melalui berbagai kegiatan organisasi sosial, termasuk LSM Bersama dan RIDMA Foundation.

Aktivitas tersebut mempertemukannya dengan persoalan narkoba bukan semata sebagai isu kriminal, melainkan juga persoalan keluarga, pendidikan, komunikasi, dan pencegahan.

Ia pernah terlibat dalam struktur Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta serta menangani media informasi di lingkungan gerakan antinarkoba.

Salah satu gagasan yang dikembangkannya adalah pendekatan “Desa Cegah Narkoba”, termasuk penggunaan media sederhana seperti koran dinding sebagai instrumen komunikasi masyarakat.

Prinsipnya sederhana: pencegahan tidak selalu harus dimulai dengan kampanye besar. Informasi yang benar, disampaikan terus-menerus sampai ke tingkat komunitas, dapat menjadi benteng pertama.

“Menulis Itu Gampang”

Puluhan tahun menjadi wartawan membuat Budi Jojo kemudian memilih membagikan pengalaman tersebut kepada orang lain.

Ia mengembangkan pelatihan Media Coach dengan pendekatan “Menulis Itu Gampang”.

Pesertanya tidak hanya wartawan muda.

Pelatihan juga diarahkan kepada aparatur pemerintah, karyawan BUMN, praktisi komunikasi, dan kalangan profesional yang membutuhkan keterampilan menulis berita, feature, maupun komunikasi publik.

Sejumlah institusi pernah menjadi bagian dari perjalanan pelatihannya, termasuk lingkungan Kementerian PUPR, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, serta PT Telkom Indonesia.

Menurut pendekatan yang dikembangkannya, hambatan terbesar seseorang dalam menulis sering kali bukan karena tidak memiliki kemampuan bahasa.

Masalahnya justru karena terlalu takut memulai.

Karena itu, menulis harus dimulai dari kemampuan melihat fakta, menemukan sudut cerita, kemudian menceritakannya dengan bahasa yang sederhana.

Menulis Kehidupan Orang Lain

Selain menjadi wartawan, Budi Jojo menekuni penulisan biografi.

Genre ini membutuhkan kemampuan berbeda dibandingkan berita harian. Penulis harus menggali dokumen, mewawancarai banyak sumber, memahami konteks sejarah, sekaligus memasuki perjalanan pribadi tokoh yang ditulisnya.

Di antara tokoh yang perjalanan hidupnya pernah ditulis adalah mantan Kasum ABRI Letnan Jenderal TNI Soeyono dan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi.

Baginya, biografi bukan sekadar kumpulan tanggal, jabatan, dan penghargaan.

Biografi adalah usaha merekam manusia di balik sebuah peristiwa.

Dari Mengawasi Pemerintah ke Komunikasi Pemerintah

Perjalanan Budi Jojo kemudian memasuki babak yang menarik.

Setelah puluhan tahun bekerja sebagai wartawan—profesi yang salah satu tugasnya mengawasi kekuasaan—ia memasuki lingkungan komunikasi pemerintahan.

Ia dipercaya menjalankan peran profesional sebagai Tenaga Ahli Madya pada Deputi I bidang strategi dan komunikasi di Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).

Bidang yang digelutinya terutama berkaitan dengan analisis isu dan mitigasi risiko komunikasi.

Pekerjaan tersebut menuntut kemampuan membaca perkembangan opini publik dengan cepat: isu apa yang sedang muncul, bagaimana persepsi masyarakat berkembang, di mana potensi distorsi informasi terjadi, serta bagaimana kebijakan pemerintah harus diterangkan agar tidak justru menimbulkan persoalan komunikasi baru.

Di sinilah pengalaman jurnalistik menemukan relevansinya.

Wartawan terbiasa bertanya: Apa yang sebenarnya terjadi?

Dalam komunikasi strategis, pertanyaannya bertambah: Apa yang akan terjadi jika persoalan ini tidak segera dijelaskan kepada publik?

Perbedaannya tipis, tetapi konsekuensinya besar.

Jurnalisme dan Kekuasaan

Masuknya seorang wartawan senior ke lingkungan komunikasi pemerintah tentu melahirkan tantangan tersendiri.

Jurnalisme bekerja berdasarkan independensi dan kepentingan publik. Sementara komunikasi pemerintah bertugas memastikan kebijakan negara dapat dipahami masyarakat.

Keduanya tidak selalu berada dalam posisi yang sama.

Karena itulah pengalaman panjang di media justru menjadi ujian.

Seorang profesional komunikasi pemerintah tidak cukup hanya mengetahui cara membuat narasi yang terdengar baik. Ia juga harus memahami bagaimana wartawan berpikir, bagaimana publik bereaksi, bagaimana informasi diverifikasi, serta bagaimana sebuah pernyataan dapat menimbulkan konsekuensi politik dan reputasi.

Dalam konteks tersebut, pengalaman puluhan tahun Budi Jojo di ruang redaksi menjadi modal penting.

Komunikasi publik yang efektif bukanlah komunikasi yang menyembunyikan persoalan.

Justru sebaliknya: persoalan harus dikenali lebih awal, faktanya diperiksa, risikonya dipetakan, kemudian dijelaskan dengan bahasa yang dapat dipertanggungjawabkan.

Siapa Sebenarnya Budi Jojo?

Sulit memasukkan Stephanus Slamet Budi Rahardjo ke dalam satu kotak profesi.

Ia wartawan.

Ia pemimpin media.

Ia pernah berkecimpung dalam televisi.

Ia melatih orang menulis.

Ia menulis biografi.

Ia terlibat dalam gerakan antinarkoba.

Ia mengikuti perkembangan keamanan siber dan media digital.

Dan pada fase berikutnya, ia membawa pengalaman tersebut ke wilayah komunikasi strategis pemerintah.

Pendidikan formalnya hingga jenjang Magister Manajemen ikut melengkapi pengalaman profesional yang sebagian besar justru dibentuk oleh ruang redaksi, lapangan, organisasi, dan perjumpaan dengan berbagai tokoh.

Lebih dari 35 tahun perjalanan itu sekaligus menggambarkan perubahan besar dunia komunikasi Indonesia.

Budi Jojo memulai karier pada masa ketika berita diperjuangkan untuk masuk ke halaman majalah. Ia kemudian menyaksikan berita berpindah ke televisi, portal internet, media sosial, hingga zaman ketika kecerdasan buatan ikut menentukan bagaimana informasi diproduksi dan dikonsumsi.

Medianya berubah.

Teknologinya berubah.

Cara masyarakat membaca pun berubah.

Tetapi ada satu prinsip lama jurnalistik yang tampaknya tetap relevan: informasi harus memiliki dasar fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.

Itulah benang merah perjalanan Budi Jojo—dari wartawan yang mencari fakta, pemimpin media yang mengelola informasi, hingga profesional komunikasi yang berusaha membaca risiko di balik sebuah informasi.

Sebab pada akhirnya, baik jurnalisme maupun komunikasi publik bertemu pada satu medan yang sama:

kepercayaan masyarakat.

sumber: https://koranprioritas.com/budi-jojo-dari-jurnalisme-investigasi-hingga-strategi-komunikasi-pemerintah/

You Might Also Like

Profesional Pasar Modal Turun ke Lapangan, PROPAMI Cup VII 2026 Resmi Bergulir
TAGGED:#budijojo#budimatra#budiwartawan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article HUT 16 PROPAMI PROPAMI Memasuki Usia 16 Tahun, Profesionalisme Jadi Kunci Menghadapi Pasar Modal Digital
Next Article PROPAMI Cup VII 2026 Profesional Pasar Modal Turun ke Lapangan, PROPAMI Cup VII 2026 Resmi Bergulir
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

HUT 16 PROPAMI
PROPAMI Memasuki Usia 16 Tahun, Profesionalisme Jadi Kunci Menghadapi Pasar Modal Digital
Economy
PROPAMI
Haryajid Ramelan Dorong Profesional Pasar Modal Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Kinerja
Business
Peraih Dua Kali World’s Best Single Malt, The GlenAllachie Resmi Debut di Indonesia
Gaya Hidup
Deep Stake: Oleh: SS Budi Raharjo MM (Pengamat Sosial)
Berita
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?