By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Home
    • Home 2
    • Home 3Hot
    • Home 4
    • Home 5New
  • Economy
    Economy
    Show More
    Top News
    Latest News
  • World
    WorldShow More
  • Us Today
    Us TodayShow More
  • Pages
    • 404 Page
    • Search Page
  • Join Us
Reading: Siklus Moneter
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Us Today
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
  • Politics
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Us Today
    • World
    • Economy
    • Industry
    • Business
    • Politics
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
INTISARIMAJALAH.COM > Blog > Ekonomi > Siklus Moneter
Ekonomi

Siklus Moneter

Redaksi
Last updated: 26/04/2026 05:01
By Redaksi
3 Min Read
Share
SHARE

Contents
Musim panasMusim gugurMusim dinginMusim semi

intisarimajalah.com/ —  Kehidupan kita sangat dipengaruhi oleh siklus. Apakah siklus musim, siklus waktu, siklus kesehatan, siklus kehidupan. Tidak ada yang bisa terlepas dari siklus.

Bagaimana dengan siklus keuangan?

Mari kita rinci:

Musim panas

Kita bisa mulai dari musim panas, di saat semua orang merasakan hangatnya sinar matahari. Sebagian besar menikmati musim panas dengan liburan, membeli gadget kesukaan, dan sebagainya.

Sebagian besar sayang mengeluarkan uang cash, sebaiknya kredit, toh ada uang.

Dan ini, dilakukan oleh mayoritas orang. Saat uang berlimpah, semua orang beli properti. Menariknya saat properti sedang melambung, permintaan menjadi sangat tinggi karena “musim panas” uang mudah di cari.

Sementara kaum minoritas, memanfaatkan waktu musim panas dengan melayani kamu mayoritas yang sedang “menikmati” hidup.

Mereka tidak membeli properti atau saham saat orang di luar sana berlimpah uang. Harga properti pasti naik karena yang punya uang ingin membeli properti saat sedang menanjak.

Musim gugur

Di berbagai area adalah musim yang sangat cantik. Buah-buah masak, panen raya tiba. Namun daun berguguran, mengering dan sangat merepotkan.

Kaum mayoritas yang baru pulang dari liburan, tidak sempat mempersiapkan panen. Mereka justru baru memulai usaha mereka.

Sebagian mendapat panen berupa bonus dari perusahaan. Yang baru memulai bisnis mengagunkan properti mereka untuk mendapat uang.

Kaum minoritas, memanen dengan sigap dan mencari target market yang tepat. Tidak membiarkan hasil panen tertunda tidak terjual.

Mereka fokus menimba ilmu, mempersiapkan winter, musim dingin yang panjang. Mereka mengikuti seminar, baca buku, workshop, membuat perencanaan.

Musim dingin

Musim yang rasanya tidak pernah berakhir. Kaum mayoritas tidak mempersiapkan adanya winter, bisnis baru di mulai, belum sempat panen sudah terkena krisis.

Kaum mayoritas tidak memiliki lumbung-lumbung penyimpanan makanan yang di persiapkan di musim gugur, saat panen tiba.

Akhirnya mencari pinjaman ke bank atau pribadi. Kamu mayoritas yang frustrasi akan lebih diam, tidak bergerak, semakin lambat.

Kaum minoritas, sangat menikmati winter.

Bagi mereka yang cukup memiliki tabungan, bisa keluar ke daerah yang sedang summer. Sebagian dari mereka melihat peluang lain.

Bagi kaum minoritas yang punya uang cash, mulai membantu kaum mayoritas berupa pinjaman lunak atau keras.  Uang kaum minoritas mulai berbunga.

Musim semi

Musim yang melegakan, ternyata musim dingin bisa berakhir juga. Memulai babak kehidupan baru. Menanam kebaikan, keburukan akan di tuai pada masanya nanti.

Kaum mayoritas masih terengah-engah, hutang-hutang jatuh tempo harus dibayar. Penghasilan mulai ada tapi tidak bisa punya tabungan karena hutangnya banyak. Mulai menjual aset yang tersisa termasuk bisnis.

Kaum minoritas menagih hutang, bersemangat dengan hidup baru. Sikap dan mental kaum minoritas sangat logis. Tidak emosional.

Bagaimana mental dan perilaku Anda? Ikut minoritas atau mayoritas? Bagaimana Anda tergantung pada pilihan Anda sendiri!

 

You Might Also Like

Prabowo Saat Lebaran di Aceh Tamiang: Pemulihan Pascabencana Hampir 100 Persen, Warga Sudah Keluar dari Tenda
Kepala Bakom RI: Buku Saku 0% adalah Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia
Di Balik PHK TikTok, Alarm untuk Indonesia
Fenomena BPJS, Bujet Pas-pasan Jiwa Sosialita
PROPAMI Angkat Topik Profesi Penasehat Investasi dalam Serial Ramadhan Talkshow 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kolom Safir Senduk Berjudul: Dibuang Sayang!
Next Article Etiket: Adab Berkata-kata Ada Atasan, Ada Bawahan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Bullying
ETIKET: Adab Berkata-kata Ada Atasan, Ada Bawahan
Budaya
Dari Brankas Dua Meter Cafe de’Clan: Jejak ASABRI, Batu Bara, Krakatau Steel, hingga Bayang-Bayang Konflik Aparat
Hukum
HP Hilang atau Dicuri? Jangan Panik, Begini Cara Mengamankan WhatsApp Agar Tidak Disalahgunakan
Ekonomi
Yusril Ihza Mahendra: Ketika Politik Bertemu Filsafat
Tokoh
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?