By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Home
    • Home 2
    • Home 3Hot
    • Home 4
    • Home 5New
  • Economy
    Economy
    Show More
    Top News
    Latest News
  • World
    WorldShow More
  • Us Today
    Us TodayShow More
  • Pages
    • 404 Page
    • Search Page
  • Join Us
Reading: Kepala Bakom RI: Buku Saku 0% adalah Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INTISARIMAJALAH.COMINTISARIMAJALAH.COM
  • Us Today
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
  • Politics
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Us Today
    • World
    • Economy
    • Industry
    • Business
    • Politics
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
INTISARIMAJALAH.COM > Blog > Ekonomi > Kepala Bakom RI: Buku Saku 0% adalah Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia
EkonomiinternasionalKawula MudaTrend

Kepala Bakom RI: Buku Saku 0% adalah Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia

Redaksi
Last updated: 09/04/2026 06:23
By Redaksi
3 Min Read
Share
SHARE

intisarimajalah.com/ — Kepala Bakom RI Angga Raka Prabowo: Buku Saku 0% adalah Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia

Prabowo Subianto meluncurkan sebuah gagasan yang terdengar sederhana, namun sarat ambisi: kemiskinan nol persen.

Gagasan itu kini dirangkum dalam sebuah buku saku setebal 82 halaman, berjudul 0%: Manfaat dan Penerima Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026, yang diperkenalkan pemerintah di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Peluncuran buku tersebut disampaikan oleh Angga Raka Prabowo dalam sebuah acara di lingkungan Kantor Staf Kepresidenan.

Di hadapan sejumlah pejabat dan undangan, Angga menyebut buku itu sebagai “penjabaran semangat besar Presiden” dalam menghapus kemiskinan.

“Semangat itu berlandaskan konstitusi,” kata Angga.

Nada optimisme menjadi garis utama. Buku ini, menurut dia, bukan sekadar kompilasi data, melainkan panduan naratif tentang bagaimana negara hadir sepanjang siklus hidup warga: dari masa kandungan, balita, usia sekolah, usia produktif, hingga lanjut usia.

Pemerintah mencoba merangkai berbagai program kesejahteraan dalam satu kerangka yang utuh.

Di dalamnya, terdapat penjelasan tentang siapa saja penerima manfaat, bagaimana mekanisme distribusi bantuan, serta dampak yang diharapkan dari setiap intervensi kebijakan.

Angga menekankan, publikasi ini juga berfungsi sebagai alat komunikasi.

Pemerintah ingin memastikan informasi tidak berhenti di tingkat kebijakan, tetapi benar-benar sampai ke masyarakat yang menjadi sasaran.

“Setiap kebijakan harus sampai ke telinga masyarakat, dan sampai kepada mereka yang menerima manfaat,” ujarnya.

Namun, di balik optimisme itu, terselip tantangan klasik yang tak sederhana: akurasi data dan ketepatan sasaran.

Pemerintah kini mengandalkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai fondasi distribusi bantuan sosial.

Melalui sistem ini, pemerintah berharap dapat menekan kesalahan inclusion maupun exclusion—dua persoalan lama dalam penyaluran bantuan.

Angga menyebut, dengan basis data terpadu, peluang bantuan meleset dari sasaran bisa ditekan.

“Kita berupaya semaksimal mungkin agar penerima manfaat adalah orang-orang yang memang berhak,” katanya.

Di sisi lain, buku saku ini juga mengandung pesan sosial. Ia diharapkan tak hanya menjadi dokumen teknokratis, tetapi juga memantik empati publik.

Pemerintah ingin masyarakat menyadari bahwa kemiskinan bukan sekadar angka statistik, melainkan realitas yang masih hadir di sekitar mereka.

Ambisi “0 persen” sendiri bukan tanpa risiko. Dalam sejarah kebijakan publik, target absolut kerap menjadi pedang bermata dua: ia bisa menjadi pendorong kerja ekstra, sekaligus memunculkan skeptisisme tentang realisme capaian.

Buku ini, setidaknya, menjadi penanda arah. Sebuah narasi resmi bahwa negara tak sekadar mengelola kemiskinan, tetapi berupaya menghapusnya.

Sejauh mana ambisi itu bisa terwujud, akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan—dan, seperti selalu, ketepatan pelaksanaan di lapangan.

sumber: BAKOM RI

 

Kepala Bakom RI: Buku Saku 0% adalah Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia

You Might Also Like

Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Pelaksanaan Program MBG
UU Narkotika Harus Berbasis Rehabilitasi Justice System
Sultan Najamudin (Ketua DPD RI) Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Maritim Korea
Kepala BAKOM RI Qodari: Amien Rais Terjebak Hoaks, Alarm Bahaya di Era AI
Pesan Presiden di Balik Program Mudik Gratis BUMN 2026
TAGGED:#BukuSaku0%#HilangkanKemiskinanIndonesia#KepalaBakomRIAnggaRakaPrabowo#SemangatBesarPrabowo
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Hercules dan Maruarar Sirait Berdebat soal Lahan Tanah Abang untuk Rusun Rakyat
Next Article Mengkriminalkan dan Mempidanakan Penyalahguna Adalah Kebijakan Hukum Yang Keliru

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Bullying
ETIKET: Adab Berkata-kata Ada Atasan, Ada Bawahan
Budaya
Dari Brankas Dua Meter Cafe de’Clan: Jejak ASABRI, Batu Bara, Krakatau Steel, hingga Bayang-Bayang Konflik Aparat
Hukum
HP Hilang atau Dicuri? Jangan Panik, Begini Cara Mengamankan WhatsApp Agar Tidak Disalahgunakan
Ekonomi
Yusril Ihza Mahendra: Ketika Politik Bertemu Filsafat
Tokoh
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?